UGK Bersama Komisi X DPR RI Sosialisasikan Permendikbudristek nomor 55 tahun 2024, Dorong Partisipasi Aktif Mahasiswa di Lingkungan Perguruan Tinggi


Gunungkidul, Rabu 17 Desember 2025  — Universitas Gunung Kidul (UGK) melaksanakan program kemitraan strategis bersama Komisi X DPR RI melalui kegiatan sosialisasi kebijakan pendidikan tinggi, khususnya Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, yang kini berada dalam lingkup Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kampus 2 UGK dan dihadiri oleh berbagai sivitas akademika UGK.

Acara ini menghadirkan MY Esti Wijayati, S.H., anggota Komisi X DPR RI yang bertindak sebagai keynote speaker pada acara ini. Dalam pemaparannya, MY Esti Wijayati mengajak mahasiswa untuk terus meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu vital yang tengah dihadapi bangsa. Terutama bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam berkontribusi nyata membantu masyarakat terdampak bencana.

5055d3508db57e4fb5a5e34c26e578c3.jpg

Selain itu, MY Esti Wijayati mendorong mahasiswa untuk aktif menyampaikan saran dan pendapatnya terhadap berbagai kebijakan publik yang telah ditetapkan pemerintah. Partisipasi tersebut, menurutnya tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berlandaskan peraturan yang berlaku serta menghindari ujaran kebencian. Pada kesempatan yang sama, ia juga mengulas landasan hukum Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 yang mengatur pencegahan segala bentuk tindak pidana kekerasan seksual sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pemenuhan hak di lingkungan pendidikan.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Muhammad Iqbal Fauzi, S.E., yang merupakan perwakilan LLDIKTI Wilayah V. Beliau memaparkan urgensi sosialisasi kebijakan serta pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi. Selanjutnya ia menegaskan bahwa keberadaan satgas merupakan elemen krusial dalam menciptakan sistem pencegahan yang efektif, responsif, dan berkelanjutan di kampus.

Materi ditutup oleh Wakil Rektor III UGK, Dr. Catarina Wahyu Dyah Purbaningrum, S.E., M.Pd, yang menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam mengatasi dan mencegah kekerasan seksual. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kebijakan institusional dan edukasi berkelanjutan. Dan mengajak seluruh mahasiswa untuk terlibat secara aktif membangun budaya kampus yang saling menghormati dan aman.

c3cb194db8739aadc98b69ba3bc0fc98.jpg

Program kemitraan antara Universitas Gunung Kidul dan Komisi X DPR RI ini mencerminkan komitmen institusional yang berkelanjutan di bidang pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, UGK menegaskan perannya dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang terstruktur dan berorientasi pada perlindungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah strategis UGK untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif.